Wawancara dengan Muh. Yasin, Lulus CPNS 2018 Kemenag Kanwil. Sulawesi Selatan Formasi Guru Penjaskes.
Wawancara blog PengalamanLulusPNS.com dengan mereka yang sudah lulus tes CPNS kali ini bersama seorang narasumber dari Sulawesi Selatan yang dengan senang hati ingin diwawancarai walau secara online. Terimakasih kami sampaikan kepada beliau, Muh. Yasin, Lulus CPNS Kementerian Agama Kantor Wilayah Sulawesi Selatan Tahun 2018 untuk Jabatan Guru Penjaskes.
Baca juga : Wawancara dengan Emy, Lulus Tes CPNS 2018 Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Semoga teman-teman mendapat manfaat dari apa yang beliau share di edisi wawancara kali ini. Berikut adalah wawancara PengalamanLulusPNS.com dengan beliau :
Bapak saya hanya seorang petani yang sekarang merantau akibat terdesak kebutuhan ekonomi untuk membiayai kebutuhan sekolah saya dan saudara-saudara saya. Ibu saya hanya ibu rumah tangga yang kesehariannya berdagang kue tradisional dengan cara dijajakan tiap pagi keliling kampung.
Yang kedua saya ingin mematahkan mitos jaman old, dimana dahulu kala untuk jd ASN jadi jalur murni itu katanya cuma fiksi dan mematahkan argumen salah satu petinggi rektorat dari kampus kami yang menyatakan pendidikan kepelatihan olahraga tidak bisa menjadi/mendaftar jadi guru penjaskes.
Alhamdulillah mitos dan argument ini saya patahkan dan sekaligus membayar lunas kalimat pesimistis dari para haters bahwa untuk jadi ASN itu karena faktor 3D; dekkeng (nepotisme), doi (uang) dan dalle (bermodal keberuntungan).
Dengan kata lain saya ingin dan optimis bahwa saya mampu lulus jd ASN tanpa embel embel 3D. berkat usaha doa dan kerja keras dengan belajar materi CPNS secara otodidak dari berbagai sumber baik dari buku, media situs online www.cpnsonline.com, www.tocpns.com.
Dan flashdisk otg yg saya pesan via admin blog PengalamanLulusPNS.com ini bang Saiful Bahri Sidabalok yang juga tahun ini lulus di Kemenag. Kanwil. SUMUT, (Selamat bang atas kelulusannya dan terima kasih Flashdisk OTG CPNS 16 GB yang berisi video tutorial tips dan trik soal-soal CPNS, benar benar sangat bermanfaat bagi saya).
*Bisa Beli Disini.
Ketiga saya ingin mengangkat derajat, harkat dan martabat kedua orang tua saya. Beliau menyekolahkan kami tidak hanya dengan perjuangan tapi penuh dengan cacian makian kalau istilah zaman now keluarga kami salah satu korban “bullying” lingkungan sekitar, maklum keluarga kami cuma petani terkadang ada yang menganggap sebelah mata usaha orang tua kami untuk membiayai kuliah kami.
Bahkan saya masih ingat kalimat yang dilontarkan para haters dengan menggunakan dialek daerah “tania bansa mu mappasikola“ (bukan dari kalangan kamu [baca petani] bisa menyekolahkan anak mu). Tidak hanya itu kalimat dengan nada skeptis dan sinis mereka lontarkan “tidak bisa ko jadi Pe-eN-eS kalau tidak ada uang mu“.
Makanya usaha untuk menjadi ASN merupakan pertarungan hidup mati untuk saya demi membanggakan kedua orangtua kami, karena saya yakin dan optimis dengan penerapan tes berbasis online (CAT) ini, adalah penjabaran nilai praksis dari pasal 28D ayat 3 UUD 1945 yg berbunyi “setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan“.
Sebagai seorang anak petani inilah landasan yuridis yang selalu saya pegang teguh untuk menjadi seorang ASN bahwa di era milenial, era dmn kegiatan seleksi cpns sekarang ini wajib berbasis teknologi sebagai imbas dari revolusi industri 4.0, apapun latar belakang keluarga kalian, kalian mempunyai hak yg sama untuk ikut andil dan mengabdikan diri dalam pemerintahan.
Pengalaman seleksi CPNS pertama saya pada tahun 2014 instansi kota Balikpapan untuk 10 formasi jabatan guru penjaskes. Sebagai seorang newbie dan masih terbilang fresh graduate dan belum berpengalaman dalam menghadapi ujian CPNS, apalagi dengan kebijakan pertama kali penerapan CAT dalam skala nasional untuk semua instansi pusat maupun daerah meskipun kebijakan SKB belum diterapkan menyeluruh di semua instansi.
Seingat saya Aturan kebijakan passing grade tahun 2014 pada saat itu untuk TWK 70, TIU 75 dan TKP 127. Dengan bermodal keyakinan saya ikut tes CPNS pada waktu itu dan Alhamdulillah saya lolos PG dengan nilai TWK 115, TIU 80, dan TKP 152 dengan akumulatif nilai 347. Saya sangat bangga sekali dan tentunya senang karena usaha saya tdk sia-sia.
Namun pada saat tahap pengumuman hasil SKD ternyata nilai saya hanya menempati urutan 25 dr lebih 700-an peserta saingan saya pada saat itu. Lagi-lagi saya harus bersyukur karena aturan jumlah peserta SKB mewajibkan 3 kali jumlah formasi dan saya berhak ikut ke tahap SKB meskipun peluang saya cukup tipis untuk lulus, karena pada saat itu kebijakan permenpan bobot SKD 60 persen dan SKB 40 persen meski pada akhirnya saya pun benar tidak lolos dan finis di peringkat 27. kecewa sich pasti namun saya ikhlas dan puas dengan hasil yang saya peroleh pada saat itu.
Pengalaman kedua saya pada tahun 2017 CPNS pemprov kaltara. Penantian panjang dari kebijakan moratorium CPNS sedikit menghapus dahaga saya untuk kembali berkompetisi menjadi ASN meskipun pemerintah pada saat itu menempuh kebijakan minus growth dalam skala terbatas untuk penerimaan CPNS 2017.
Seingat saya hanya 61 instansi yg diberi kuota CPNS dan kaltara sebagai provinsi termuda di Indonesia satu satunya instansi daerah yg diberi mandat untuk melaksanakan perekrutan CPNS. kebijakan passing grade pada saat itu levelnya sudah meningkat dibanding CPNS tahun 2014. untuk TWK 75, TIU 80 dan TKP 143.
Bermodal pengalaman CPNS 2014 saya kembali optimis mampu menembus babak final (SKB) meskipun dengan persiapan minim. Alhamdulillah berbekal pengalaman CPNS 2014 saya kembali meraih predikat passing grade (TWK 85, TIU 90 dan TKP 167) dengan nilai akumulatif 342. Meskipun nilai saya lebih rendah 5 point dr CPNS 2014 namun dengan hasil ini saya menempati posisi ke 4 untuk 2 formasi jabatan penyuluh olahraga dari 99 peserta dan berhak ikut ke tahap SKB.
Kebijakan SKB tahun ini cukup berbeda dari kebijakan SKB edisi sebelumnya, untuk bobot SKD 40% dan SKB 60% sebuah kebijakan terbalik dr CPNS 2014 jd saya pun kembali optimis kaena menurut saya semua berpeluang untuk lolos namun apa daya untuk kedua kalinya kembali saya harus jadi pecundang di partai puncak (SKB).
Secara dramatis saya hanya mampu finish di urutan ke 3 dari 2 formasi jabatan pada waktu itu. Sebuah kesempatan emas menurut saya terbuang percuma krn bagi saya inilah momen langkah untuk membuktikan bahwa saya layak jd seorang ASN dan mungkin kesempatan tdk bisa saya peroleh cpns berikutnya. Dari seleksi CPNS inilah saya mulai mengoreksi dan melakukan introspeksi menyeluruh dmn letak kekurangan dan kelemahan saya untuk menghadapi CPNS yg akan datang dan membenahi pola belajar secara maksimal untuk menghadapi seleksi CPNS tahun berikutnya.
Pengalaman ketiga saya kali ini cukup matang tapi menantang, dengan berbagai pertimbangan akhirnya saya memilih instansi kemenag. Ada beberapa alasan kenapa saya harus memilih instansi ini, salah satu kebijakannya adalah pilihan formasinya tidak per unit kerja (sekolah) tetapi ditetapkan secara perkanwil berbeda dengan instansi daerah secara keseluruhan menetapkan per unit kerja (sekolah) sehingga terkesan faktor keberuntungan juga menentukan dari unit kerja yg kita pilih.
Yang kedua kemenag mengakomodir jurusan kami pendidikan kepelatihan olahraga untuk bisa melamar di formasi jabatan guru penjaskes jadi tadak ada keraguan bagi saya dan teman se-alumni untuk gugur di tahap pemberkasan. disinilah strategi dalam memilih instansi menjadi salah satu faktor penentu. Berebut 44 formasi jabatan dr 560 peserta lainnya, saya pun berani menargetkan lolos PG dengan nilai akumulatif harus bisa tembus 10 besar untuk mencari zona aman sebagai modal untuk menghadapi SKB.
Namun apa daya “bua macenning pakkodong temmadapi” atau saya analogikan ke dalam peribahasa Indonesia “bagaikan pungguk merindukan bulan”. Seleksi SKD tahun ini saya kurang mujur, saya menjadi korban polemik gugur massal untuk sub tes TKP dan gagal mencapai PG dengan nilai akumulatif 366 (TWK 110, TIU 120 dan TKP 136).
Meskipun demikian polemik gugur massal ini mendorong pemerintah menerbitkan permenpan RB 61 dengan menetapkan sistem perangkingan untuk seluruh instansi. Alhasil pengumuman hasil SKD nilai saya berada d posisi 3 hanya kalah dr dua peserta peringkat P1/L d atas saya dan menjadi top skorer untuk formasi jabatan penjaskes. Dengan kebijakan tersebut kami harus berebut sisa kuota 42 formasi dr 125 peserta saingan saya.
Ada 3 tahapan seleksi SKB kemenag yg pertama psikotest dmn pola soalnya mirip dengan pola soal TIU. Yang kedua tes wawancara dengan tema kebangsaan dan keislaman. dalam tes ini peserta diuji pengetahuannya tentang dasar dasar negara, isu-isu sosial politik serta kasus yang hangat terjadi belakang ini. Salah satu pertanyaan yg paling saya ingat adalah saya diminta pendapat mengenai Apakah pancasila bertentangan dengan Islam? Bagaimana cara menghadapi sekte atau aliran-aliran sesat yang bertentangan dengan keyakinan yang kita miliki dan tanggapan-tanggapan kita dalam menghadapi sebuah kasus hukum yang merugikan lingkungan kita.
Kemudian untuk wawasan keislaman kita diuji tentang praktek shalat, baca tulis dan mengartikan ayat Al-Qur'an dan yang paling terakhir adalah jebakan betmen peserta diuji masalah ghibah dalam Islam dimana peserta dipancing oleh penguji untuk bergosip tentang hal-hal dalam kehidupan sehari hari dan Alhamdulillah saya jawab dengan mantap bahwa dalam Islam ghibah itu haram dan tidak terpancing oleh tekanan para penguji saat itu.
Yang ketiga adalah tes praktek kerja dmn peserta diminta membuat RPP dan mempraktekkan langsung teknik dan strategi pembelajaran di hadapan penguji, serta diuji bahasa asing dan kemampuan dalam penguasaan teknologi minimal menguasai Microsoft office. Sebenarnya banyak yang meragukan SKB kemenag karen pada saat itu karena penilaiannya dianggap subjektif namun bagi saya berbekal kegagalan 2 kali menghadapi SKB saya tetap optimis dan Alhamdulillah pengumuman hasil integrasi nilai SKD SKB posisi saya tetap berada d posisi 3 besar hanya kalah dr peserta p1/L.
Sebuah pencapaian yang luar biasa dr proses seleksi yg cukup ketat dan sangat melelahkan, ibarat sebuah pertandingan sepakbola secara beruntun tiga kali saya mampu melaju ke partai puncak (baca : SKB) meskipun saya gagal meraih man of the match (baca Passing grade) kali ini, namun pada akhirnya saya mampu menjadi top score (baca : nilai akumulatif tertinggi) dalam pertandingan tersebut.
Alhamdulillah berbekal pengalaman dua kali gagal SKB tentu motivasi saya cukup tinggi. saya mampu bersaing dan melewati tiap tahapan tahapan dari seleksi kemenag dmn seleksi wawancaranya lebih menantang daripada debat capres.
Ada satu hal yang paling berkesan di CPNS 2017 kaltara kemarin. Sebagai seorang anak rantau saya berdomisili di Berau sebuah kabupaten yang masih dalam wilayah administrasi Kaltim tapi berbatasan langsung dengan provinsi termuda kaltara yang merupakan daerah otonomi baru (DOB) hasil pemekaran provinsi Kalimantan timur. Tujuan saya merantau kesini memang untuk cari kerja, maklum berau terkenal akan sumber daya alamnya termasuk batu bara yang menjadi unggulan PAD daerah ini.
Dari perusahan satu ke perusahaan lamaran saya masukkan, tak ada satupun loker yg luput dari pantauan saya pada saat itu sambil menunggu panggilan kerja saya nyambi jualan kartu paket data saya pasarkan secara online. bahkan jadi buruh pasir, pekerjaan yang menuntut fisik yang kuat, meski kerja serabutan saya tidak gengsi. kerasnya hidup di perantauan menuntut saya untuk mandiri, "nd kerja yach nd makan".
Serangkaian tes panggilan kerja pun saya lalui ada yg mentok d wawancara, ada yang cuma sampai tahap psikotest bahkan ada lamaran saya sampai skr blm ada respon. saya pun tdk berputus asa dan tetap bertawakkal kepada Allah SWT dan menjalani rutinitas tiap hari sebagai buruh pasir. Panas terik matahari bahkan hujan saya kerjakan pekerjaan ini, hingga pada suatu hari saya mendengar kabar info CPNS untuk pemprov. Kaltara melalui media online.
Cek per cek ternyata ada 2 formasi jabatan yang linear dengan jurusan saya. Tanpa pikir panjang saya pun memutuskan mengikuti seleksi tersebut, kebetulan teman saya punya kenalan disana dan menawarkan untuk numpang nginap di rumahnya selama proses seleksi berlangsung. Setelah berkas saya rampung saya pun berangkat star pukul 8 malam.
Ini merupakan perjalanan pertama saya ke Bulungan ibukota kaltara, ternyata baru sekitar 30 km perjalanan saya apes. Motor yang saya kendarai tdk dapat menghindari lobang sehingga 2 ban motor pecah sekaligus beruntung tidak terjadi kecelakaan tunggal pada saat itu. Perjalanan cukup melelahkan dalam sejarah hidup saya, jarak berau-bulungan sekitar 110km yang dapat di tempuh dengan waktu normal 2 jam harus saya paksakan 5 jam perjalanan dengan kecepatan seadanya dengan kondisi sepasang ban bocor. Maklum dalam perjalanan tak ada satupun bengkel tambal ban mengingat hampir sepanjang perjalanan yang saya lalui hanya hutan belantara dan kebun sawit dan dalam kondisi malam buta.
Sebuah kisah yang penuh dengan drama perjuangan dan tantangan meskipun akhirnya saya gagal, tapi moment “epic battle” ini tidak pernah akan saya lupakan.
Yang kedua adalah penerapan hukum kesiapan (law of readyness). Hukum ini menyatakan bahwa belajar akan berhasil apabila peserta benar benar siap untuk belajar. Dalam menghadapi sebuah seleksi sebaiknya persiapannya dilakukan jauh sebelum seleksi dilaksanakan. minimal 6 bulan masa persiapan Untuk mempersiapkan diri menghadapi seleksi CPNS,dalam sehari kita minimal mampu mengerjakan satu soal atau materi materi CPNS dalam masa persiapan tersebut.
Dan tips yang kedua perbanyak nonton acara acara talk show yg membahas isu isu sosial politik seperti mata najwa,ILC dan kick andy karena materi materi yang disajikan dalam acara tersebut hampir berkaitan dengan wawasan kebangsaan. Semakin banyak literasi yang kita peroleh maka akan semakin memudahkan kita dalam mengerjakan soal soal wawasan kebangsaan.
Begitu pula dengan kemampuan verbal dibutuhkan kecepatan dlm membaca soal mengingat narasi soalnya begitu panjang, agar efisien bacalah pertanyaan dr soal tersebut dahulu agar kita mampu menganisa apa yg diminta dr soal tersebut. Sedangkan untuk kemampuan berpikir analitis, logis dan figural dibutuhkan kecermatan dan ketelitian tingkat tinggi.
Untuk itu saya sarankan untuk belajar melalui video-video tutorial baik dari YouTube maupun video-video dari flashdisk OTG CPNS yang saya beli dari admin blog PengalamanLulusPNS.com ini. Secara keseluruhan teori law exercise berlaku dalam mengerjakan soal soal TIU.
Pilihlah jawaban yang dianggap paling benar, yang terpenting lagi dahulukan mengerjakan soal TKP terlebih dahulu untuk menghindari time out agar kita bisa menjawab semua soal TKP, mengingat soal ini mempunyai bobot nilai dan passing grade paling tinggi (143) dari ketiga sub tes SKD.
Pengalaman tiga kali berturut-turut menghadapi SKB membuat mental saya teruji, apalagi dalam menghadapi wawancara tidak hanya aspek kognitif kita saja yg akan diuji tp aspek psikomotorik dan afektif kita dalam menjawab soal secara lisan setiap pertanyaan dari penguji oleh karena itu sebelum menghadapi tes wawancara para peserta hendaknya rajin mencari tahu materi materi apa saja yang akan diujikan dalam wawancara tersebut dari peserta yang sudah lulus di tahun sebelumnya dari instansi yang sama yang kita lamar agar kita punya bayangan atau semacam kisi-kisi dalam menghadapi wawancara tersebut.
Yang kedua adalah kecepatan membaca dan menjawab soal. Usahakan sisakan waktu minimal 10 menit injury time untuk mengoreksi jawaban yang dianggap meragukan. Kerjakan terlebih dahulu yang dianggap mudah Jangan terjebak pada satu soal rumit yang menggugah rasa penasaran untuk mendapatkan jawabannya sehingga membuang waktu anda untuk mengerjakan soal yang lebih ringan.
Maka dari itu jika kita bercita-cita menjadi ASN hendaklah berusah (ikhtiar) yang dibarengi dengan doa agar diridhoi oleh Allah SWT karena pada hakikatnya usaha tanpa doa adalah takabur dan begitu juga sebaliknya doa tanpa usaha adalah malas.
Salam dari saya
#2019jadiASN #ikhlas_beramal
Penutup
Itulah wawancara kami dengan mas Muh. Yasin dari Sulawesi Selatan. Wawancara yang cukup bersemangat dan tulus, yang mudah-mudahan bisa diambil sisi manfaatnya oleh teman-teman pembaca blog PengalamanLulusPNS.com kali ini.
Jika Anda ada pertanyaan untuk beliau, boleh kirimkan pertanyaannya di kolom komentar dibawah ini. Insya Allah akan beliau jawab untuk anda.
Dan jika artikel ini bermanfaat, silahkan bagikan kepada teman-teman lainnya agar mereka mendapat manfaat darinya. Anda juga boleh Berlangganan Artikel melalui media yang kami sediakan disini, agar tidak ketinggalan ketika ada artikel baru di blog ini.
Ingin Membeli Flashdisk OTG CPNS 2019? Bisa Klik Disini.
Baca juga : Wawancara dengan Emy, Lulus Tes CPNS 2018 Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Semoga teman-teman mendapat manfaat dari apa yang beliau share di edisi wawancara kali ini. Berikut adalah wawancara PengalamanLulusPNS.com dengan beliau :
1. Boleh ceritakan sedikit tentang diri Anda?
Perkenalkan nama saya Muh Yasin alumni Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga angkatan 2008 alumni 2012. Saya anak pertama dari5 bersaudara lahir dari keluarga petani yang notabene tidak punya basic keluarga yang ASN.Bapak saya hanya seorang petani yang sekarang merantau akibat terdesak kebutuhan ekonomi untuk membiayai kebutuhan sekolah saya dan saudara-saudara saya. Ibu saya hanya ibu rumah tangga yang kesehariannya berdagang kue tradisional dengan cara dijajakan tiap pagi keliling kampung.
2. Di instansi mana Anda Lulus CPNS? Tes tahun berapa?
Alhamdulillah, tahun ini saya lulus di instansi Kementerian Agama Kanwil. Sulsel tahun 2018 formasi jabatan guru penjaskes.3. Mengapa Anda tertarik untuk mengikuti tes CPNS saat itu?
Salah satu motivasi saya untuk jd ASN pertama adalah jd ASN adalah tujuan dr cita cita hidup saya selama kuliah dulu, saya ingin menjadi bagian dari pemerintahan untuk mengabdikan diri melayani masyarakat dalam bidang pendidikan menjadi seorang guru untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan amanat UUD 1945. Padahal di masa kecil saya tidak punya cita-cita yang jelas.Yang kedua saya ingin mematahkan mitos jaman old, dimana dahulu kala untuk jd ASN jadi jalur murni itu katanya cuma fiksi dan mematahkan argumen salah satu petinggi rektorat dari kampus kami yang menyatakan pendidikan kepelatihan olahraga tidak bisa menjadi/mendaftar jadi guru penjaskes.
Alhamdulillah mitos dan argument ini saya patahkan dan sekaligus membayar lunas kalimat pesimistis dari para haters bahwa untuk jadi ASN itu karena faktor 3D; dekkeng (nepotisme), doi (uang) dan dalle (bermodal keberuntungan).
Dengan kata lain saya ingin dan optimis bahwa saya mampu lulus jd ASN tanpa embel embel 3D. berkat usaha doa dan kerja keras dengan belajar materi CPNS secara otodidak dari berbagai sumber baik dari buku, media situs online www.cpnsonline.com, www.tocpns.com.
Dan flashdisk otg yg saya pesan via admin blog PengalamanLulusPNS.com ini bang Saiful Bahri Sidabalok yang juga tahun ini lulus di Kemenag. Kanwil. SUMUT, (Selamat bang atas kelulusannya dan terima kasih Flashdisk OTG CPNS 16 GB yang berisi video tutorial tips dan trik soal-soal CPNS, benar benar sangat bermanfaat bagi saya).
*Bisa Beli Disini.
Ketiga saya ingin mengangkat derajat, harkat dan martabat kedua orang tua saya. Beliau menyekolahkan kami tidak hanya dengan perjuangan tapi penuh dengan cacian makian kalau istilah zaman now keluarga kami salah satu korban “bullying” lingkungan sekitar, maklum keluarga kami cuma petani terkadang ada yang menganggap sebelah mata usaha orang tua kami untuk membiayai kuliah kami.
Bahkan saya masih ingat kalimat yang dilontarkan para haters dengan menggunakan dialek daerah “tania bansa mu mappasikola“ (bukan dari kalangan kamu [baca petani] bisa menyekolahkan anak mu). Tidak hanya itu kalimat dengan nada skeptis dan sinis mereka lontarkan “tidak bisa ko jadi Pe-eN-eS kalau tidak ada uang mu“.
Makanya usaha untuk menjadi ASN merupakan pertarungan hidup mati untuk saya demi membanggakan kedua orangtua kami, karena saya yakin dan optimis dengan penerapan tes berbasis online (CAT) ini, adalah penjabaran nilai praksis dari pasal 28D ayat 3 UUD 1945 yg berbunyi “setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan“.
Sebagai seorang anak petani inilah landasan yuridis yang selalu saya pegang teguh untuk menjadi seorang ASN bahwa di era milenial, era dmn kegiatan seleksi cpns sekarang ini wajib berbasis teknologi sebagai imbas dari revolusi industri 4.0, apapun latar belakang keluarga kalian, kalian mempunyai hak yg sama untuk ikut andil dan mengabdikan diri dalam pemerintahan.
4. Berapa kali Anda mengikuti seleksi CPNS hingga berhasil lulus?
3 kaliPengalaman seleksi CPNS pertama saya pada tahun 2014 instansi kota Balikpapan untuk 10 formasi jabatan guru penjaskes. Sebagai seorang newbie dan masih terbilang fresh graduate dan belum berpengalaman dalam menghadapi ujian CPNS, apalagi dengan kebijakan pertama kali penerapan CAT dalam skala nasional untuk semua instansi pusat maupun daerah meskipun kebijakan SKB belum diterapkan menyeluruh di semua instansi.
Seingat saya Aturan kebijakan passing grade tahun 2014 pada saat itu untuk TWK 70, TIU 75 dan TKP 127. Dengan bermodal keyakinan saya ikut tes CPNS pada waktu itu dan Alhamdulillah saya lolos PG dengan nilai TWK 115, TIU 80, dan TKP 152 dengan akumulatif nilai 347. Saya sangat bangga sekali dan tentunya senang karena usaha saya tdk sia-sia.
Namun pada saat tahap pengumuman hasil SKD ternyata nilai saya hanya menempati urutan 25 dr lebih 700-an peserta saingan saya pada saat itu. Lagi-lagi saya harus bersyukur karena aturan jumlah peserta SKB mewajibkan 3 kali jumlah formasi dan saya berhak ikut ke tahap SKB meskipun peluang saya cukup tipis untuk lulus, karena pada saat itu kebijakan permenpan bobot SKD 60 persen dan SKB 40 persen meski pada akhirnya saya pun benar tidak lolos dan finis di peringkat 27. kecewa sich pasti namun saya ikhlas dan puas dengan hasil yang saya peroleh pada saat itu.
Pengalaman kedua saya pada tahun 2017 CPNS pemprov kaltara. Penantian panjang dari kebijakan moratorium CPNS sedikit menghapus dahaga saya untuk kembali berkompetisi menjadi ASN meskipun pemerintah pada saat itu menempuh kebijakan minus growth dalam skala terbatas untuk penerimaan CPNS 2017.
Seingat saya hanya 61 instansi yg diberi kuota CPNS dan kaltara sebagai provinsi termuda di Indonesia satu satunya instansi daerah yg diberi mandat untuk melaksanakan perekrutan CPNS. kebijakan passing grade pada saat itu levelnya sudah meningkat dibanding CPNS tahun 2014. untuk TWK 75, TIU 80 dan TKP 143.
Bermodal pengalaman CPNS 2014 saya kembali optimis mampu menembus babak final (SKB) meskipun dengan persiapan minim. Alhamdulillah berbekal pengalaman CPNS 2014 saya kembali meraih predikat passing grade (TWK 85, TIU 90 dan TKP 167) dengan nilai akumulatif 342. Meskipun nilai saya lebih rendah 5 point dr CPNS 2014 namun dengan hasil ini saya menempati posisi ke 4 untuk 2 formasi jabatan penyuluh olahraga dari 99 peserta dan berhak ikut ke tahap SKB.
Kebijakan SKB tahun ini cukup berbeda dari kebijakan SKB edisi sebelumnya, untuk bobot SKD 40% dan SKB 60% sebuah kebijakan terbalik dr CPNS 2014 jd saya pun kembali optimis kaena menurut saya semua berpeluang untuk lolos namun apa daya untuk kedua kalinya kembali saya harus jadi pecundang di partai puncak (SKB).
Secara dramatis saya hanya mampu finish di urutan ke 3 dari 2 formasi jabatan pada waktu itu. Sebuah kesempatan emas menurut saya terbuang percuma krn bagi saya inilah momen langkah untuk membuktikan bahwa saya layak jd seorang ASN dan mungkin kesempatan tdk bisa saya peroleh cpns berikutnya. Dari seleksi CPNS inilah saya mulai mengoreksi dan melakukan introspeksi menyeluruh dmn letak kekurangan dan kelemahan saya untuk menghadapi CPNS yg akan datang dan membenahi pola belajar secara maksimal untuk menghadapi seleksi CPNS tahun berikutnya.
Pengalaman ketiga saya kali ini cukup matang tapi menantang, dengan berbagai pertimbangan akhirnya saya memilih instansi kemenag. Ada beberapa alasan kenapa saya harus memilih instansi ini, salah satu kebijakannya adalah pilihan formasinya tidak per unit kerja (sekolah) tetapi ditetapkan secara perkanwil berbeda dengan instansi daerah secara keseluruhan menetapkan per unit kerja (sekolah) sehingga terkesan faktor keberuntungan juga menentukan dari unit kerja yg kita pilih.
Yang kedua kemenag mengakomodir jurusan kami pendidikan kepelatihan olahraga untuk bisa melamar di formasi jabatan guru penjaskes jadi tadak ada keraguan bagi saya dan teman se-alumni untuk gugur di tahap pemberkasan. disinilah strategi dalam memilih instansi menjadi salah satu faktor penentu. Berebut 44 formasi jabatan dr 560 peserta lainnya, saya pun berani menargetkan lolos PG dengan nilai akumulatif harus bisa tembus 10 besar untuk mencari zona aman sebagai modal untuk menghadapi SKB.
Namun apa daya “bua macenning pakkodong temmadapi” atau saya analogikan ke dalam peribahasa Indonesia “bagaikan pungguk merindukan bulan”. Seleksi SKD tahun ini saya kurang mujur, saya menjadi korban polemik gugur massal untuk sub tes TKP dan gagal mencapai PG dengan nilai akumulatif 366 (TWK 110, TIU 120 dan TKP 136).
Meskipun demikian polemik gugur massal ini mendorong pemerintah menerbitkan permenpan RB 61 dengan menetapkan sistem perangkingan untuk seluruh instansi. Alhasil pengumuman hasil SKD nilai saya berada d posisi 3 hanya kalah dr dua peserta peringkat P1/L d atas saya dan menjadi top skorer untuk formasi jabatan penjaskes. Dengan kebijakan tersebut kami harus berebut sisa kuota 42 formasi dr 125 peserta saingan saya.
Ada 3 tahapan seleksi SKB kemenag yg pertama psikotest dmn pola soalnya mirip dengan pola soal TIU. Yang kedua tes wawancara dengan tema kebangsaan dan keislaman. dalam tes ini peserta diuji pengetahuannya tentang dasar dasar negara, isu-isu sosial politik serta kasus yang hangat terjadi belakang ini. Salah satu pertanyaan yg paling saya ingat adalah saya diminta pendapat mengenai Apakah pancasila bertentangan dengan Islam? Bagaimana cara menghadapi sekte atau aliran-aliran sesat yang bertentangan dengan keyakinan yang kita miliki dan tanggapan-tanggapan kita dalam menghadapi sebuah kasus hukum yang merugikan lingkungan kita.
Kemudian untuk wawasan keislaman kita diuji tentang praktek shalat, baca tulis dan mengartikan ayat Al-Qur'an dan yang paling terakhir adalah jebakan betmen peserta diuji masalah ghibah dalam Islam dimana peserta dipancing oleh penguji untuk bergosip tentang hal-hal dalam kehidupan sehari hari dan Alhamdulillah saya jawab dengan mantap bahwa dalam Islam ghibah itu haram dan tidak terpancing oleh tekanan para penguji saat itu.
Yang ketiga adalah tes praktek kerja dmn peserta diminta membuat RPP dan mempraktekkan langsung teknik dan strategi pembelajaran di hadapan penguji, serta diuji bahasa asing dan kemampuan dalam penguasaan teknologi minimal menguasai Microsoft office. Sebenarnya banyak yang meragukan SKB kemenag karen pada saat itu karena penilaiannya dianggap subjektif namun bagi saya berbekal kegagalan 2 kali menghadapi SKB saya tetap optimis dan Alhamdulillah pengumuman hasil integrasi nilai SKD SKB posisi saya tetap berada d posisi 3 besar hanya kalah dr peserta p1/L.
Sebuah pencapaian yang luar biasa dr proses seleksi yg cukup ketat dan sangat melelahkan, ibarat sebuah pertandingan sepakbola secara beruntun tiga kali saya mampu melaju ke partai puncak (baca : SKB) meskipun saya gagal meraih man of the match (baca Passing grade) kali ini, namun pada akhirnya saya mampu menjadi top score (baca : nilai akumulatif tertinggi) dalam pertandingan tersebut.
5. Apa pengalaman yang paling berkesan saat mengikuti tahapan Seleksi CPNS saat itu?
Pengalaman yang cukup berkesan 3 kali ikut cpns, 2 edisi cpns sebelumnya sebagai pejuang NIP saya rela merantau ke benua etam (kaltim). di dua edisi sebelumnya saya mampu meraih passing grade meskipun pada akhirnya selalu kandas di partai puncak (SKB). justru CPNS tahun ini saya memutuskan untuk pulang dan mencoba peruntungan di tanah kelahiran meskipun CPNS kali ini gagal PG namun Allah memberikan kemurahan rahmatnya , permenpan 61 memberikan nyawa kedua bagi saya untuk kembali bersaing d SKB kemenag.Alhamdulillah berbekal pengalaman dua kali gagal SKB tentu motivasi saya cukup tinggi. saya mampu bersaing dan melewati tiap tahapan tahapan dari seleksi kemenag dmn seleksi wawancaranya lebih menantang daripada debat capres.
Ada satu hal yang paling berkesan di CPNS 2017 kaltara kemarin. Sebagai seorang anak rantau saya berdomisili di Berau sebuah kabupaten yang masih dalam wilayah administrasi Kaltim tapi berbatasan langsung dengan provinsi termuda kaltara yang merupakan daerah otonomi baru (DOB) hasil pemekaran provinsi Kalimantan timur. Tujuan saya merantau kesini memang untuk cari kerja, maklum berau terkenal akan sumber daya alamnya termasuk batu bara yang menjadi unggulan PAD daerah ini.
Dari perusahan satu ke perusahaan lamaran saya masukkan, tak ada satupun loker yg luput dari pantauan saya pada saat itu sambil menunggu panggilan kerja saya nyambi jualan kartu paket data saya pasarkan secara online. bahkan jadi buruh pasir, pekerjaan yang menuntut fisik yang kuat, meski kerja serabutan saya tidak gengsi. kerasnya hidup di perantauan menuntut saya untuk mandiri, "nd kerja yach nd makan".
Serangkaian tes panggilan kerja pun saya lalui ada yg mentok d wawancara, ada yang cuma sampai tahap psikotest bahkan ada lamaran saya sampai skr blm ada respon. saya pun tdk berputus asa dan tetap bertawakkal kepada Allah SWT dan menjalani rutinitas tiap hari sebagai buruh pasir. Panas terik matahari bahkan hujan saya kerjakan pekerjaan ini, hingga pada suatu hari saya mendengar kabar info CPNS untuk pemprov. Kaltara melalui media online.
Cek per cek ternyata ada 2 formasi jabatan yang linear dengan jurusan saya. Tanpa pikir panjang saya pun memutuskan mengikuti seleksi tersebut, kebetulan teman saya punya kenalan disana dan menawarkan untuk numpang nginap di rumahnya selama proses seleksi berlangsung. Setelah berkas saya rampung saya pun berangkat star pukul 8 malam.
Ini merupakan perjalanan pertama saya ke Bulungan ibukota kaltara, ternyata baru sekitar 30 km perjalanan saya apes. Motor yang saya kendarai tdk dapat menghindari lobang sehingga 2 ban motor pecah sekaligus beruntung tidak terjadi kecelakaan tunggal pada saat itu. Perjalanan cukup melelahkan dalam sejarah hidup saya, jarak berau-bulungan sekitar 110km yang dapat di tempuh dengan waktu normal 2 jam harus saya paksakan 5 jam perjalanan dengan kecepatan seadanya dengan kondisi sepasang ban bocor. Maklum dalam perjalanan tak ada satupun bengkel tambal ban mengingat hampir sepanjang perjalanan yang saya lalui hanya hutan belantara dan kebun sawit dan dalam kondisi malam buta.
Sebuah kisah yang penuh dengan drama perjuangan dan tantangan meskipun akhirnya saya gagal, tapi moment “epic battle” ini tidak pernah akan saya lupakan.
6. Persiapan belajar apa saja yang Anda lakukan?
Bercita cita menjadi seorang ASN tentu harus punya persiapan yang mantap dan matang untuk menghadapi seleksinya. Sebagai seorang pendidik kita mengenal hukum hukum belajar. Usahakan dalam persiapan menghadapi seleksi cpns peserta harus mampu menerapkan hukum latihan (law of exercise) dimana kita dituntut untuk belajar mengulang baik materi maupun soal soal CPNS secara terus menerus hingga mampu menciptakan hubungan-hubungan atau koneksi-koneksi akan menjadi bertambah kuat, kalau ada latihan antara situasi yang menstimulasi dengan suatu respons (the law of use).Yang kedua adalah penerapan hukum kesiapan (law of readyness). Hukum ini menyatakan bahwa belajar akan berhasil apabila peserta benar benar siap untuk belajar. Dalam menghadapi sebuah seleksi sebaiknya persiapannya dilakukan jauh sebelum seleksi dilaksanakan. minimal 6 bulan masa persiapan Untuk mempersiapkan diri menghadapi seleksi CPNS,dalam sehari kita minimal mampu mengerjakan satu soal atau materi materi CPNS dalam masa persiapan tersebut.
7. Berikan kami tips dalam mengerjakan soal-soal Tes Wawasan Kebangsaan?
Dalam mengerjakan soal-soal wawasan kebangsaan peserta harus mampu memperdalam literasi-literasi dari berbagai sumber baik itu dr media buku konvensional ataupun e-book seperti membaca buku buku pelajaran semasa sekolah dulu seperti buku IPS, PKN dan buku buku sejarah nasional.Dan tips yang kedua perbanyak nonton acara acara talk show yg membahas isu isu sosial politik seperti mata najwa,ILC dan kick andy karena materi materi yang disajikan dalam acara tersebut hampir berkaitan dengan wawasan kebangsaan. Semakin banyak literasi yang kita peroleh maka akan semakin memudahkan kita dalam mengerjakan soal soal wawasan kebangsaan.
8. Tips dalam mengerjakan Soal-soal Tes Intelegensi Umum?
TIU merupakan sub tes SKD yg paling berat menurut saya karena yang diuji adalah aspek kognitif dari peserta untuk dapat menganalisa soal secara runut dan sistemik. Untuk itu dibutuhkan kecepatan berhitung dalam mengerjakan kemampuan numerik, maka dari itu perlu adanya latihan mengerjakan (rajin oret) soal secara berulang-ulang secara cepat agar mampu mengefisienkan waktu dalam menjawab soal mengingat waktu yang diberikan cukup terbatas dalam menjawab soal.Begitu pula dengan kemampuan verbal dibutuhkan kecepatan dlm membaca soal mengingat narasi soalnya begitu panjang, agar efisien bacalah pertanyaan dr soal tersebut dahulu agar kita mampu menganisa apa yg diminta dr soal tersebut. Sedangkan untuk kemampuan berpikir analitis, logis dan figural dibutuhkan kecermatan dan ketelitian tingkat tinggi.
Untuk itu saya sarankan untuk belajar melalui video-video tutorial baik dari YouTube maupun video-video dari flashdisk OTG CPNS yang saya beli dari admin blog PengalamanLulusPNS.com ini. Secara keseluruhan teori law exercise berlaku dalam mengerjakan soal soal TIU.
9. Tips dalam menjawab soal-soal Tes Karakteristik Pribadi?
Tes TKP merupakan tes yg paling unik dan boleh dibilang gampang-gampang susah, kenapa saya katakan demikian karena pilihan jawaban soal TKP tidak ada jawaban yang salah tapi setiap pilihan punya bobot nilai 1-5. Dalam mengerjakan soal TKP tdk hanya butuh kecermatan dan ketelitian tetapi kecepatan dalam membaca soal mengingat narasinya yang cukup panjang, maka dari itu latihan dalam mengerjakan soal soal TKP secara berulang-ulang sangat penting untuk melatih aspek kognitif kita dalam mengerjakan soal soal TKP.Pilihlah jawaban yang dianggap paling benar, yang terpenting lagi dahulukan mengerjakan soal TKP terlebih dahulu untuk menghindari time out agar kita bisa menjawab semua soal TKP, mengingat soal ini mempunyai bobot nilai dan passing grade paling tinggi (143) dari ketiga sub tes SKD.
10. Bagaimana trik agar sukses menghadapi ujian SKB?
Bagi saya tidak ada tips dan trik khusus dalam menghadapi SKB karena materi SKB tiap instansi berbeda-beda dan tentu terkadang materinya disesuaikan dengan jabatan yang kita lamar. Mengutip kalimat filsuf Romawi Marcus Tillius Cicero yang menyatakan “historia vitae magistra” sebuah adagium latin yang bermakna sejarah adalah guru kehidupan. Secara pribadi saya memaknai adagium tersebut bahwa dari sejarah kita belajar sebuah pengalaman yang kelak menjadikan guru dimasa yang akan datang untuk membenahi setiap kegagalan dimasa lalu.Pengalaman tiga kali berturut-turut menghadapi SKB membuat mental saya teruji, apalagi dalam menghadapi wawancara tidak hanya aspek kognitif kita saja yg akan diuji tp aspek psikomotorik dan afektif kita dalam menjawab soal secara lisan setiap pertanyaan dari penguji oleh karena itu sebelum menghadapi tes wawancara para peserta hendaknya rajin mencari tahu materi materi apa saja yang akan diujikan dalam wawancara tersebut dari peserta yang sudah lulus di tahun sebelumnya dari instansi yang sama yang kita lamar agar kita punya bayangan atau semacam kisi-kisi dalam menghadapi wawancara tersebut.
11. Apa kunci utama agar bisa lulus tes PNS?
Niat dan tujuan. Ketika saya berniat menjadi ASN tentu selalu dibarengi dengan doa yang merupakan penjabaran dalam ikhtiar langit kita, begitu pula untuk mencapai tujuan tersebut maka hendaknya kita wujudkan dalam sebuah usaha atau ikhtiar baik itu ikhtiar bumi yang kita jabarkan melalui belajar materi-materi CPNS, dan tidak lupa pula kita wujudkan dalam ikhtiar langit yang kemudian kita implementasikan dengan memperbanyak sedekah terhadap sesama bagi yang membutuhkan dan mengamalkan membaca surat al-waqiah sehabis shalat fardhu. Karena salah satu prinsip saya adalah sesungguhnya usaha tanpa doa adalah takabur dan doa tanpa usaha adalah malas.12. Bagaimana strategi Anda dalam menjawab soal-soal?
Salah satu strategi saya dalam menjawab soal adalah manajemen waktu. Usahakan kerjakan soal soal TKP terlebih dahulu dengan porsi waktu maksimal 20 menit kemudian dilanjutkan mengerjakan soal TWK dengan porsi waktu maksimal 20 menit sisanya waktunya kita gunakan untuk mengerjakan soal TIU mengingat pola soal TIU lebih rumit.Yang kedua adalah kecepatan membaca dan menjawab soal. Usahakan sisakan waktu minimal 10 menit injury time untuk mengoreksi jawaban yang dianggap meragukan. Kerjakan terlebih dahulu yang dianggap mudah Jangan terjebak pada satu soal rumit yang menggugah rasa penasaran untuk mendapatkan jawabannya sehingga membuang waktu anda untuk mengerjakan soal yang lebih ringan.
13. Bagaimana suka duka menjadi CPNS / PNS?
Belum jadi CPNS/PNS tapi suka dukanya penuh dengan kata menanti atau menunggu, menanti pengumuman pemberkasan, menunggu pengumuman hasil SKD, menanti hasil kelulusan, menunggu penetapan NIP dan TMT dan yang terakhir menunggu ternyata menyakitkan.14. Apa pesan Anda untuk teman-teman yang ingin ikut tes CPNS?
“Resopa temmangingi malomo naletei pammase dewata” sebuah pappaseng ada to riolo (pesan jaman old) dari leluhur kami nene Mallomo yang saya maknai bahwa hanya kerja keras pantang menyerah yang akan diridhoi oleh Allah SWT.Maka dari itu jika kita bercita-cita menjadi ASN hendaklah berusah (ikhtiar) yang dibarengi dengan doa agar diridhoi oleh Allah SWT karena pada hakikatnya usaha tanpa doa adalah takabur dan begitu juga sebaliknya doa tanpa usaha adalah malas.
Salam dari saya
#2019jadiASN #ikhlas_beramal
Penutup
Itulah wawancara kami dengan mas Muh. Yasin dari Sulawesi Selatan. Wawancara yang cukup bersemangat dan tulus, yang mudah-mudahan bisa diambil sisi manfaatnya oleh teman-teman pembaca blog PengalamanLulusPNS.com kali ini.
Jika Anda ada pertanyaan untuk beliau, boleh kirimkan pertanyaannya di kolom komentar dibawah ini. Insya Allah akan beliau jawab untuk anda.
Dan jika artikel ini bermanfaat, silahkan bagikan kepada teman-teman lainnya agar mereka mendapat manfaat darinya. Anda juga boleh Berlangganan Artikel melalui media yang kami sediakan disini, agar tidak ketinggalan ketika ada artikel baru di blog ini.
Ingin Membeli Flashdisk OTG CPNS 2019? Bisa Klik Disini.










terimakasih adalah kata yg sngat pantas saya ucapkan stelah membaca blog ini.
ReplyDeleteTerimkasih karena telah mendorong,memotivasi untuk trus berjuang tanpa kenal kata menyerah,dan tentu hal itu tidak lepas dri ikhtiar dan doa',Terimakasi pak',bnyak pesan pelajaran yg saya dapat setelah membaca blog bapak'.😊
Sukses dn sehat selalu🙏